Vaksin influenza beberapa fakta utama

Cara terbaik untuk menghindari infeksi influenza adalah vaksinasi setahun sekali.

Ada dua jenis vaksin influenza :

1. "Flu shot vaccine" suatu vaksin yang mengandung virus yang telah dimatikan. Diberikan melaui suntikan, biasanya dilakukan di daerah lengan atas. Diijinkan hanya untuk usia lebih dari 6 bulan, termasuk orang yang sehat dan orang yang menderita penyakit kronis.Merek dagang yang ada di Indonesia antara lain (Vaxigrip TM)

 2.The nasal-spray flu vaccine (vaksin flu yang digunakan melalui semprotan hidung)— adalah suatu vaksin yang dibuat dari virus flu yang dilemahkan yang tidak menyebabkan flu (kadang disebut juga sebagai LAIV atau “live attenuated influenza vaccine” ) diijinkan untuk digunakan pada orang yang sehat berusia 2-49 tahun yang tidak dalam keadaan hamil.

Tiap jenis vaksin mengandung tiga jenis virus influenza; satu A (H3N2) virus, satu A (H1N1) virus, dan satu B virus. Virus-virus yang terkandung di dalam vaksin ini berganti setiap tahun sesuai dengan Surveilans International dan perkiraan para ahli tentang tipe dan strain virus yang mana yang akan beredar pada tahun vaksin diberikan.

Sekitar 2 minggu setelah vaksinasi, antibodi yang memberikan perlindungan terhadap virus influenza akan terbentuk di dala tubuh.

Kapan sebaiknya dilakukan vaksinasi?

Vaksinasi flu tahunan sebaiknya dimulai pada bulan September atau sesegera mungkin setelah vaksin tersedia dan dilanjutkan semasa musim influenza, yaitu di bulan Desember, Januari dan sesudahnya. hal ini dikarenakan waktu dan durasi musim influenza dapat bervariasi. Jika wabah influenza terjadi di bulan Oktober, sebagian besar aktivitas penyakit ini akan mencapai puncaknya di bulan Januari atau sesudahnya.

 Siapa saja yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi?

Secara umum, siapa saja yang menginginkan berkurangnya resiko terpapar atau terinfeksi flu bisa mendapatkan vaksinasi. Namun demikian, direkomendasikan bahwa orang-orang tertentu sebaiknya menerima vaksinasi tiap tahun. Mereka adalah orang-orang yang berada dalam resiko tinggi untuk menderita komplikasi flu yang serius atau orang-orang yang hidup dengan atau merawat orang yang menderita komplikasi serius flu. Selama musim flu dimana suplai vaksin mungkin terbatas, vaksinasi direkomendasi berdasarkan grup prioritas.

Orang-orang yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun antara lain:

  1. Anak-anak berumur 6 bulan sampai ulang tahun ke 19 
  2. Wanita hamil
  3. Orang yang berusia 50 tahun atau lebih
  4. orang dengan umur berapapun dengan kondisi medis kronis
  5. Orang yang hidup di panti jompo atau fasilitas perawatan jangka lama lain.
  6. Orang yang hidup dengan atau merawat orang yang beresiko tinggi mengalami komplikasi flu, termasuk:
      a.   Pekerja kesehatan
      b.   Orang yang tinggal serumah dengan seseorang yang beresiko tinggi menderita komplikasi flu.
      c.   Orang yang tinggal serumah dan tidak serumah yang merawat anak- anak berusia kurang dari 6 bulan (anak-anak ini terlalu muda untuk divaksinasi)
       
      Siapa saja yang sebaiknya tidak divaksinasi?
       

    Ada beberapa orang yang sebaiknya tidak diberikan vaksin influenza kecuali dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Termasuk diantaranya

    • Orang yang alergi berat terhadap telur ayam.
    • Orang yang pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza.
    • Orang yang menderita penyakit Guillain-BarrĂ© syndrome (GBS) dalam 6 minggu sebelum mendapatkan vaksinasi influenza.
    • Anak-anak yang berusia kurang dari 6 bulan (vaksin influenza tidak diijinkan untuk kelompok umur ini), dan
    • Orang yang menderita penyakit sedang sampai berat dengan gejala penyerta berupa demam (mereka harus menunggu sampai pulih baru boleh divaksinasi)
Efek samping vaksin

 

Efek samping yang berbeda dapat muncul sehubungan dengan penggunaan flu shot and LAIV.

Flu shot: virus-virus dalam flu shot telah dimatikan (diinaktivasi), jadi tidak akan menderita flu akibat vaksin ini. Beberapa efek samping minimal antara lain:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di daerah dimana suntikan diberikan
  • Demam (tidak tinggi)
  • Nyeri badan

Jika gejala ini terjadi, biasanya dimulai segera setelah penyuntikan dan biasanya berlangsung selama 1 sampai 2 hari. Hampir semua orang yang menerima vaksin ini tidak mengalami masalah serius terhadapnya. Meskipun demikian, ada kejadian yang sangat jarang dimana orang mengalami masalah serius seperti reaksi alergi yang berat.

sumber: http://www.cdc.gov/flu/protect/keyfacts.htm

Sekali lagi tentang anak panas (demam)

Demam adalah peningkatan terkontrol diatas nilai normal seorang individu. Pengaturan suhu tubuh dilakukan oleh sel-sel saraf yang bersifat termosensitif dan terletak di preoptik atau bagian depan hypothalamus sebagai respon atas perubahan suhu dalam darah. Perubahan suhu ini selanjutnya akan mengarahkan hubungan persarafan dengan reseptor panas dan dingin yang terletak di kulit dan otot. Respon Termoregulator antara lain berupa: pengarahan kembali aliran darah dari dan ke kulit, peningkatan atau penurunan jumlah keringat, dan respon behavioral seperti mencari tempat yang lebih hangat atau lebih dingin. Suhu tubuh normal juga bervariasi dalam pola yang teratur setiap harinya. Irama suhu sirkadian ini, atau disebut juga variasi diurnal, berupa penurunanan temperatur di pagi hari dan 1 C lebih tinggi di sore hari.

 Demam diatur dengan cara yang sama seperti suhu tubuh normal dijaga pada lingkungan yang dingin, bedanya adalah pada saat demam, termostat (pengatur suhu) tubuh telah di set pada temperatur yang lebih tinggi.  Setting yang lebih tinggi ini terjadi sebagai respon terhadap adanya pirogen endogen termasuk diantaranya sitokin interleukin (IL-1) dan (IL-6), Tumor necrosing Factor (TNF) a, Interferon-s dan gamma. Leukosit terstimulasi, sel-sel lain yang menghasilkan lipid juga dapat berperan sebagai pirogen endogen.  Mediator lipid terbaik yang telah diteliti adalah prostaglandin E2. Sebagian besar molekul pirogen endogen gagal melewati sawar darah otak karena molekulnya terlampau besar. Namun demikian, organ-organ yang berada dekat di sekitar hipothalamus memiliki sedikit sawar darah otak, dan memungkinkan kontak neuronal dengan faktor yang bersirkulasi melalui kapiler yang terfenestrasi.

 Mikroba, toksin mikroba, atau produk mikroba lain adalah pirogen eksogen yang paling umum. Substansi ini adalah substansi asing yang datang dari luar tubuh, menstimulasi makrofag untuk menghasilkan pirogen endogen yang menyebabkan demam. Beberapa substansi yang dihasilkan tubuh bukan merupakan pirogen, namun dapat menstimulasi munculnya pirogen endogen. Substansi seperti ini diantaranya misalnya komplek antigen-entibodi pada pembentukan komplemen, komponen komplemen, produk limfosit, asam empedu dan metabolit steroid android. Endotoksin adalah sedikit dari substansi yang dapat langsung mempengaruhi termoregulasi di hipothalamus sembari menstimulasi munculnya pirogen endogen.

Ginko Biloba manfaat dan khasiatnya

Ginko biloba, adalah termasuk dalam golongan obat-obatan herbal. Di indonesia kita mengenal obat herbal ini melalui iklan di media cetak dan elektronik tentang khasiat dan keampuhannya sebagai obat herbal yang dapat meningkatkan daya ingat. Apakah memang demikian khasiat binko biloba?

Ginko adalah fitomedicine yang digunakan secara luas di Eropa. Ginko diekstraksi dari daun tumbuhan ginko biloba, yang digunakan untuk menangani gejala awal penyakit Alzheimer-suatu penyakit yang ditandai dengan kemunduran progresif daya ingat, klaudikasio periferal-penyakit gangguan aliran pembuluh darah perifer karena adanya sumbatan, demensia vaskuler, tinitus (telinga berdenging) akibat gangguan vaskuler. Di Amerika ginko menempati 10 besar penjualan obat-obatan herbal. Ada lebih dari 120 penelitian klinis yang telah dilakukan terhadapnya dan telah dipublikasikan, sebagian besar dilakukan di Eropa.

Khasiat obat ini diyakini dihasilkan oleh mekanisme fungsinya sebagai obat yang melindungi sistem syaraf (neuroprotective agent), antioksidan, penangkap radikal bebas, suatu stabiliser membran dan antiplatelet aktifator melalui mekanisme kerja terpene ginkgolide B. Efek farmakologis lain antara lain; relaksasi endothel (sel epithel yang terdapat dalam pembuluh darah) melalui penghambatan siklik 3,5 guanesin monofosfat (GMP), inhibisi kehilangan reseptor muskarinik dan alpha adrenoseptor terkait umur, dan stimulasi ambilan kolin pada hipokampus.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan ginko biloba adalah interaksinya dengan beberapa obat-obatan. Karena salah satu khasiat dari ginko adalahantiplatelet aktivator, yang berarti ginko dapat mengencerkan darah, maka disarankan penggunaannya tidak bersamaan dengan obat-obatan antiplatelet seperti; Warfarin, coumadin, aspirin, dan beberapa herbal lain seperti bawang, ginseng, dong quai, red clover dan coumarin alami. Dikawatirkan dengan penggunaan bersamaan akan dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan.

(disarikan dari American Family Physician Journal 2003;68;923-6) www.aafp.org/afp

Anak Panas, diapain?

"Dok, anak saya panas sudah dua hari badannya anget."

Kalimat seperti ini seringkali diucapkan ibu-ibu yang datang ke praktek saya waktu saya masih praktek di klinik dulu.

"Baik bu, suhunya berapa?", saya balik bertanya. Kalau si ibu ga bisa menjawab karena belum mengukur suhu anak (lebih sering ga diukur karena ga punya termometer) segera saya ukur sendiri suhunya. Ga jarang, hasilnya menunjukkan 36,7 C atau 36, 8 C nah lho, itu kan suhu normal? Memang suhu normal manusia berada pada kisaran 36,5 - 37,5 C. Tapi seringkali kita sudah terlanjur panik kalau anak ‘agak anget’. Sebenarnya ga perlu ada yang dipanikin kalau kita yakin bahwa anak kita sehat-sehat saja sebelumnya. Panas atau demam (bahasa bakunya) adalah mekanisme tubuh ketika melawan adanya benda asing berupa virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi, ketika mekanisme pertahanan tubuh kita berhasil melawan agen asing yang masuk, maka panas akan turun dengan sendirinya. Tapi tentu saja banyak dari kita yang akan terlanjur gelisah melihat anak yang biasanya ceria tiba-tiba lesu karena demam. Bahkan kadang disertai dengan mengigau (siapa yang tega?).

Selanjutnya, apa yang perlu dilakukan kalau anak kita demam/panas? ya yang pertama tentulah diukur suhunya. Kalau sudah jelas tinggi barulah diturunkan. Suhu boleh diturunkan dengan obat-obatan kalau suhu anak lebih dari 38,5 C. Kalau suhunya kurang dari itu? gunakan saja kompres. Mudah, murah, dan aman, itulah keuntungan kompres. Tidak perlu dengan alkohol, air es, atau air kembang, cukup dengan air dingin saja. Bagian mana yang dikompres? saya menyarankan bagian dahi (atau bathuk bahasa jawanya), ketiak, dan lipat paha. Kok di daerah ini? ga di jempol, ujung hidung atau di siku? di daerah itupun sebenarnya sah-sah aja dilakukan kalau mau, tapi panasnya tentu akan turun lebih lama. Sedangkan didaerah yang saya sebutkan sebelumnya akan menurunkan panas lebih cepat karena daerah tersebut  banyak sirkulasi darahnya (dahi) dan dilalui pembuluh darah besar (ketiak dan lipat paha).

 

Wanita dan merokok