Anak Panas, diapain?
"Dok, anak saya panas sudah dua hari badannya anget."
Kalimat seperti ini seringkali diucapkan ibu-ibu yang datang ke praktek saya waktu saya masih praktek di klinik dulu.
"Baik bu, suhunya berapa?", saya balik bertanya. Kalau si ibu ga bisa menjawab karena belum mengukur suhu anak (lebih sering ga diukur karena ga punya termometer) segera saya ukur sendiri suhunya. Ga jarang, hasilnya menunjukkan 36,7 C atau 36, 8 C nah lho, itu kan suhu normal? Memang suhu normal manusia berada pada kisaran 36,5 - 37,5 C. Tapi seringkali kita sudah terlanjur panik kalau anak ‘agak anget’. Sebenarnya ga perlu ada yang dipanikin kalau kita yakin bahwa anak kita sehat-sehat saja sebelumnya. Panas atau demam (bahasa bakunya) adalah mekanisme tubuh ketika melawan adanya benda asing berupa virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh kita. Jadi, ketika mekanisme pertahanan tubuh kita berhasil melawan agen asing yang masuk, maka panas akan turun dengan sendirinya. Tapi tentu saja banyak dari kita yang akan terlanjur gelisah melihat anak yang biasanya ceria tiba-tiba lesu karena demam. Bahkan kadang disertai dengan mengigau (siapa yang tega?).
Selanjutnya, apa yang perlu dilakukan kalau anak kita demam/panas? ya yang pertama tentulah diukur suhunya. Kalau sudah jelas tinggi barulah diturunkan. Suhu boleh diturunkan dengan obat-obatan kalau suhu anak lebih dari 38,5 C. Kalau suhunya kurang dari itu? gunakan saja kompres. Mudah, murah, dan aman, itulah keuntungan kompres. Tidak perlu dengan alkohol, air es, atau air kembang, cukup dengan air dingin saja. Bagian mana yang dikompres? saya menyarankan bagian dahi (atau bathuk bahasa jawanya), ketiak, dan lipat paha. Kok di daerah ini? ga di jempol, ujung hidung atau di siku? di daerah itupun sebenarnya sah-sah aja dilakukan kalau mau, tapi panasnya tentu akan turun lebih lama. Sedangkan didaerah yang saya sebutkan sebelumnya akan menurunkan panas lebih cepat karena daerah tersebut banyak sirkulasi darahnya (dahi) dan dilalui pembuluh darah besar (ketiak dan lipat paha).


Mas/mbak, apa bener yang disarankan tuh pakai kompres dingin instead of kompres hangat?
meurut penelitian terbaru, kompres dingin akan memberi sinyal bahwa panas yang dihasilkan tubuh masih kurang sehingga panas tubuh akan lebih cenderung naik. mandi berendam dengan air hangat malah lebih disarankan lho…
mohon direvisi ya…
Comment by wulan — December 31, 2008 @ 12:09 pm
@wulan, thank’s for your comment. Saya sudah pernah mendengar penelitian itu, cuma sampai sekarang saya belum pernah membacanya atau menemui jurnal penelitiannya. mungkin wulan bisa tunjukan ke saya?
Comment by Administrator — December 31, 2008 @ 11:01 pm